Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Agustus 2013

Mutiara syair


Mengobati luka masa lalu

Tiada yang sempurna disini
Tak ada pula yang tak ternodai
Semua punya masa lalu sendiri
Pernah salah menghianati naluri
Lalu apa kamu tidak pernah mengalami?
Tidak, semua pernah mengalami
Msa hidup yan sungguh tak terpuji

Lalu bagaimana harus mengobati?
Apa yang harus diperbuat kini?
Jalan terbaik adalah menatap Ilahi Robbi
Cuthatlah pada-Nya setulus hati
Ungkapkan semua isi hati
Jangan ada yang tersembunyi
mengakulah bahwamemang diri mendzolimi
Bilang pada-Nya apa yang ada direlung hati
Jujurlah, angan berduata lagi
Dia akan memaklumi
Asalkan kamu berjanji setulus hati tak mengulami kembali

Berdoalah untuk masa lalumu kini
Pahit dosa hitam kelan semua masih bisa diperbaiki
Belumlah terlambat sampai saat ini
Bersegeralah kembali ke jalan yang diridhoi
Sebelum waktu habis menanti

Mengobati dosa masa lalu harus hari ini
Tak ada hari esok maupun nanti
Tak ada kata menunda lagi
Hanya saat ini, detik ini, jangan ditunda lagi

Mari perbaiki diri dari hal yang terdekat disisi
Mulailah berkata dengan perkataan terpuji
Diam jika mulut ingin berkata melukai
Tutup semua pintu luka mulai hari ini
Ayo bekali diri
Hadiri majlis ilmu mulai hari ini
Yakinlah, dosa masa lalu itu akan sirna 
karena ampunan Ilahi Robbi

Jangan bersedih hati
Masa lalu itu akan terhapus dengan sendiri
Cukup banyak beramal mulai hari ini
Semua itu akan sirna seiring ampunan Ilahi Robbi
Mulai saat ini jadilah pribadi baru berhati Qur’ani

Rabu, 14 Agustus 2013

Hiduplah dengan indah


Hiduplah Dengan Indah

Dunia mampu penuhi keinginan semua orang
Tapi tak cukup bagi satu orang yang serakah
Orang serakah hidup untuk makan
Sedang orang normal makan untuk hidup

Minggu, 11 Agustus 2013

Mutiara Syair


UNTUKMU YANG BERJIWA MULIA 
(Rosulullah Muhammad SAW)

Untuk mu yang berjiwa Mulia
Kau mengerti betul arti sahaja..
Kau mengerti betul apa itu iba..
Kau paham betul bagaimana menjaga amanah-Nya
Kau paham  betul  bagaimana membahagiakan sesama

Lembutnya hatimu selembut Sutera
Tak kuasa kau menebar angkara
Ketika tersengar saudara terkena derita
Tak kuasa untuk kau berdiam saja

Air mata senantiasa kau teteskan... ketika seluruh manusia terpejam mata
Suara rintih bergerar... karena takut akan murka-Nya yang Maha Besar
Terkhawatirkan nikmat dari-Nya tertukar sengan perbuatan ingkar

Namun.. bukan hanya karena itulah kau dicinta
Dan bukan hanya karena itulah kau menjadi uswah sempurna
Namun... karena melaui engkaulah wasilah keselamatan sejati
tersampaikan
Ooh... celakalah kami... celakalah kami.. jika kami bukan umatmu...
Ooh... celakalah kami... celakalah kami... jika emgkau tak kami ikuti

Untukmu yang berjiwa Mulia
Tentunya engkau akan bersedih dan merasa luka...
jika tahu dan menyaksikan...
Sebagian umatmu telah menghianatimu..
dengan selalu menyelisihimu  siang dan malam
Tanpa merasa bersalah dan berdosa..
mereka pun beralasan.. ini semua karena mencintaimu..

Ooh.. cinta apakah ini...???
sampai begitu butakah cinta ini???
Hingga Ar–Rahman… ya… Ar–Rahman… Ar–Rahman menjadi nomor dua???

Kembalilah… Kembalilah….!!!!
Sebagaimana kembalinya seluruh makhluk  kepada Sang Pencipta-Nya
Kembalilah… sebagaimana kembalinya raga kepada tanah…
Kembalilah… kepada pangkuan sunnah yang mulia…..
Agar kau ternyamankan di telaga Kautsar yang penuh bahagia
Untukmu yang berjiwa Mulia

Muhammad Sholallohu’alaihi wasalam…

Designed by SkinCorner Free Blogger Templates | Sponsored by Papercraft for Kids | Power Point Templates